PUBG Mobile Ban 2 Juta Pemain Dalam Satu Minggu

Game online kompetitif biasanya akan memberikan penyesuaian secara rutin kepada konten mereka, mulai dari strengh dan weakness dari sebuah karakter dalam game fighting, hingga statistik senjata dalam seperti waktu reload dalam game FPS, agar dapat mempertahankan balance bagi para pemainnya. Namun mereka juga harus bertarung melawan cheat, seperti yang diperlihatkan oleh perusahaan seperti Blizzard, dalam memberikan ban kepada ribuan akun Overwatch pada tahun 2020 ini. Game lainnya yang melakukan hal yang sama adalah PlayerUnknown’s Battlegrounds Mobile yang telah melakukan ban kepada lebih dari 2,2 juta akun dalam satu minggu.

Game battle royale populer seperti PUBG dan Fortnite milik Epic Games, memiliki jumlah pemain yang besar dan biasanya para pengguna cheat merajalela. Berdasarkan sebuah post Twitter oleh akun Twitter PUBG Mobile pada hari Jumat kemarin, alasan ban besar-besaran yang terjadi pada tanggal 20 Agustus dan 27 Agustus adalah x-ray vision, auto-aim, speed cheats, dan “memodifikasi model karakter.”

Dalam melakukan ban terhadap 2,2 juta akun, PUBG Mobile juga mengumumakn bahwa mereka telah melakukan ban permanen hampir 1,5 juta perangkat individu dari mengakses game tersebut. Developer PUBG sebelumnya telah mendiskusikan rencana anti-cheat mereka untuh tahun 2020 ini dalam postingan blog setelah merebaknya pandemi COVID-19, yang menyebabkan peralihan berbagai acara besar mereka menjadi digital.

Diantara langkah yang diambil untuk bertarung melawan cheat di dalam game utamanya, dan game mobile, pihak developer menambahkan otorisasi dua langkah, perencanaan untuk meningkatkan ketahanan dalam hack di senjata, kendaraan, dan karakter, dan juga software anti-cheat. Dalam postingan tersebut juga memberikan komentar bahwa peningkatan dalam menangani cheat merupakan bagian dari “Era Baru” PUBG Mobile.

Sumber: Gamerant

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: