Dua Senior Creative Ubisoft Diskors Terkait Tuduhan Kasus Pelecehan Seksual

Baru-baru ini muncul gerakan dan tagar #MeToo di Twitter, sebuah gerakan yang mengkampanyekan pengakuan seseorang terhadap budaya pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kerja mereka masing-masing. Gerakan ini berhasil mengungkap banyak sekali kasus yang tertutup dari media manapun baik kasus lama ataupun baru. Beberapa perusahaan yang sempat disebut juga mengambil langkah yang cukup cepat, mulai dari melakukan investigasi terhadap pelaku ataupun pemecatan secara tidak hormat.

Industri game sendiri tidak luput dari keterlibatan gerakan ini, mulai dari Twitch yang melakukan ban massal terhadap streamer yang terlibat dengan pelecehan seksual hingga Ubisoft dengan mundurnya Ashraf Ismail dari proyek Assassin’s Creed Valhalla. Tidak berhenti disitu, dua staff senior Ubisoft yaitu Tommy Francois dan MAxime Béland juga ikut imbasnya. Melalui laporan dari Bloomberg, mereka berdua mendapat tuduhan kasus pelecehan seksual dan harus ditangguhkan bersama dengan beberapa karyawan lainnya.

Juru bicara dari ubisoft mengatakan kepada awak media bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan sehingga mereka tidak dapat berkomentar lebih banyak. Baik Francois dan Béland merupakan dua orang senior kreatif dari publisher Assassin’s Creed dengan jabatan sebagai pemimpin pada tim editorial, sebuah kelompok yang berpengaruh dalam menentukan arah game ini berlangsung.

Béland sebagai creative director dari hampir seluruh game Splinter Cell baru saja kembali bekerja di Ubisoft setelah beberapa tahun pindah ke Epic Games. Ubisoft sendiri merespon segala tuduhan yang muncul dengan sangat cepat serta akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Mereka juga meminta maaf sebesar-besarnya kepada korban yang merasa dirugikan dan mereka akan terus menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi tim, pemain, dan komunitas.

 

Sumber : VGC

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: