Game Naughty Dog Selanjutnya Adalah Antara TLOU Part 3 atau Judul Baru

Sebuah mahakarya yang sempurna sering kali memang harus berhenti pada judul terakhirnya, tidak perlu diperpanjang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar demi menjaga nama tersebut. Salah satunya adalah franchise Uncharted yang sudah dikenal dengan cerita yang diusung, gameplay yang khas, serta sang karakter yang ikonik. Keputusan Naughty Dog untuk menyelesaikan franchise ini di Uncharted 4 mungkin keputusan yang tepat, tanpa perlu memperpanjang lagi.

Dalam wawancaranya yang cukup panjang dengan GQ Magazine, sang Vice President Naughty Dog – Neil Druckmann mengungkapkan beberapa hal menarik terkait perilisan The Last of Us Part II yang semakin dekat. Dirinya tidak bisa menahan ide-ide yang muncul untuk proyek selanjutnya, “Ketika semuanya sudah hampir selesai, pikiran kreatif dan tanggung jawab yang semakin berkurang, sehingga pikiranku tidak bisa menahan untuk memikirkan proyek selanjutnya. Jadi, proyek selanjutnya mungkin akan menjadi (The Last of Us) Part III ataupun bisa jadi sebuah judul baru” ungkap Druckmann.

Neil Druckmann belum putuskan proyek ND berikutnya
Neil Druckmann belum putuskan proyek ND berikutnya

Jika Naughty Dog akan membuat seri ketiga dari TLOU, nampaknya akan mengambil latar tempat di Amerika seperti dua game sebelumnya. Seperti pada saat pengembangan Part II, banyak penggemar yang mengatakan bahwa seri pertama adalah seri “keramat” yang tidak perlu dilanjutkan lagi.

Banyak orang yang menyuruh Druckmann untuk membuat TLOU dengan karakter baru, atau mengubah latar tempat menjadi Eropa ataupun Jepang yang sangat berbeda. Baginya, pengubahan drastis seperti itu merupakan “jalan pengecut” yang tidak ada tantangannya. Jika harus mengganti latar tempat ataupun protagonis, baginya lebih baik ia membuat IP baru.

Keputusan Druckmann masih belum diputuskan, namun yang pasti dirinya akan sibuk mengerjakan proyek adaptasi seri The Last of Us di HBO yang akan berlangsung setelah perilisan Part II bersama Craig Mazin dan juga Johan Renck.

 

Sumber : IGN

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: