Gamer Tunanetra Sangat Puas Dengan Sistem Disabilitas The Last of Us Part 2

Dukungan terhadap disabilitas memang seringkali digaungkan beberapa tahun terakhir ini, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap disabilitas. Beberapa infrastruktur pun sudah mulai di desain agar ramah disabilitas, begitu juga dengan industri game. Seberapa banyak developer yang memikiran hal ini? Naughty Dog menjadi salah satu developer yang mementingkan aspek ini terutama pada proyek terbarunya The Last of Us Part II. Seorang gamer tunanetra baru-baru ini membagikan pengalamannya pada saat memainkan TLOU Part 2 yang ternyata membuatnya terharu.

https://twitter.com/stevesaylor/status/1271404306697158659

Steve Saylor merupakan gamer sekaligus Youtuber tunanetra dan juga seorang accessibility consultant pada media editor Can I Play That. Setelah mendapatkan kopi TLOU 2 lebih awal, Saylor terkaget-kaget dengan fitur yang diberikan oleh Naughty Dog untuk disabilitas. “Aku merekam reaksiku ketika melihat pilihan pengaturan aksesbilitas pertama kali pada The Last of Us Part 2 yang aku kira akan menjadi video yang menyenangkan”  Ucap Steve.

“Aku … tidak mengharapkan ini. Inilah sebabnya kami melakukan apa yang kami lakukan. Terima kasih Naughty Dog. “

Pada videonya Steve menjelaskan tentang bagaimana industri game berubah secara signifikan terutama untuk orang sepertinya. Steve menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Naughty Dog karena sangat senang melihat masih ada developer game yang memikirkan nasib disabilitas agar dapat merasakan pengalaman bermain yang sama dengan yang lain.

Robert Krekel seorang pemimpin untuk bagian audio me-retweet cuitan Steve dan membuat sebuah thread yang menjelaskan bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Robert menjelaskan bahwa gamer dapat memainkan game ini hanya dengan mendengarkan suaranya saja, dirinya sudah mendesain semua suara dan audio sedemikian rupa agar tetap mendapatkan pengalaman bermain yang sama dan tetap imersif.

 

Sumber : VG247

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: