Gearbox Menuntut 3D Realms Atas Duke Nukem, Lagi

Gearbox kembali lagi menuntut 3D Realms atas Duke Nukem. Sebelumnya, pada tahun 2014 yang lalu, Gearbox sudah menuntut 3D Realms dan Interceptor Entertainment atas Duke Nukem: Mass Destruction, yang merupakan sebuah game action-RPG, top-down, dimana pada waktu itu sedang dikembangkan tanpa persetujuan dari Gearbox. Gearbox sendiri sudah mendapatkan hak Duke Nukem pada tahun 2010. Kasus tersebutpun selesai satu tahun kemudian, dengan Gearbox ditegaskan sebagai pemilik penuh dari Duke Nukem setelah membelinya dari 3D Realms. Hingga tahun kemarin, seorang composer bernama Bobby Prince melayangkan tuntutan kepada Gearbox, Valve dan Randy Pitchford atas musik yang ia tulis untuk Duke Nukem 3D, yang dimana Prince mengklaim digunakan tanpa izin di Duke Nukem 3D: 20th Anniversary World Tour, yang dirilis oleh Gearbox.

Sekarang Gearbox telah melayangkan tuntutan baru kepada Apogee Software (nama legal dari 3D Realms), dan co-founders Scott Miller dan George Broussard, karena melanggar kontrak sehubung dengan penjualan IP Duke Nukem satu dekade yang lalu. Sederhananya, Gearbox mengatakan bahwa 3D Realms gagal menyebutkan bahwa ia tidak memiliki hak atas musik tersebut ketika menjual hak Duke Nukem kepada Gearbox.

Menurut Gearbox, ia di janjikan kepemilikan penuh atas Duke Nukem tanpa harus membayar kepada pihak ketiga manapun yang terkait dengan hak. Perjanjian yang dibuat untuk membeli IP Duke Nukem pada tahun 2010 dilakukan dengan pemahaman bahwa Gearbox akan memiliki semua aset, termasuk musik. Namun penuntutan oleh Prince pada tahun 2019 mengenai musik tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan.

Saat ini Gearbox mengklaim ganti rugi, biaya hukum, dan bunga yang berhubungan dengan tuntutan tersebut kepada 3D Realms. Tidak dipungkiri, hal ini akan mencakup semua biaya yang dikeluarkan ketika Gearbox berhadapan dengan tuntutan Prince.

Sumber: gamespot, pcgamer

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: