Presiden Nintendo Meminta Maaf Perihal Joy-Con Drift Pada Nintendo Switch

Sukses menciptakan sebuah konsol handheld hybrid, Nintendo Switch berhasil memikat hati banyak orang. Mulai dari gamer, penggemar brand Nintendo hingga orang awam kini hampir semua memiliki konsol ini. Popularitasnya bahkan sempat meledak beberapa bulan terakhir, menciptakan harga yang luar biasa tinggi karena demand yang melonjak bersamaan dengan rilisnya Animal Crossing : New Horizons dan juga pandemi COVID-19.

Terlepas dari kesuksesan dan popularitasnya yang tinggi, Switch tidak luput dari kritik para gamer terutama perihal Joy con. Kontroler yang bisa dilepas pasang ini seringkali mendapatkan kendala yang cukup serius terutama pada seri pertamanya, yaitu drifting. Membuat para pemain tidak nyaman dengan kondisi ini sehingga mereka terpaksa mencari tempat reparasi untuk joy con ini sendiri.

Presiden Nintendo - Shuntaro Furukawa
Presiden Nintendo – Shuntaro Furukawa

Presiden dari Nintendo, Shuntaro Furukawa mencoba mengatasi masalah yang terjadi di perusahaan ini terutama kasus Joy Con drift pada Q&A finansial mereka yang baru-baru ini diunggah. Furukawa mengatakan bahwa Nintendo sangat meminta maaf kepada para pengguna Nintendo Switch untuk segala masalah yang terjadi dengan konsol mereka. Furukawa juga mengatakan bahwa mereka berusaha untuk terus mengimprovisasi produk mereka di masa mendatang.

Sayangnya, Nintendo tetap harus berhadapan dengan meja hijau. Gugatan ini dilayangkan di Amerika Serikat pada tahun 2019 yang lalu mengenai komplain tentang controller milik Nintendo Switch. Perihal gugatan yang masih ditunda tersebut, Nintedo menolak untuk memberikan pernyataan lain sampai waktu yang tidak ditentukan.

Gugatan terhadap Nintendo Amerika pada Juli 2019 lalu mengklaim tentang joy con controller yang tidak berfungsi. Setelah gugatan tersebut muncul, Nintendo sudah mulai menawarkan jasa reparasi gratis untuk Joy Con yang rusak.

 

Sumber : Polygon

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: