Protes Ke Rockstar, Pemain Red Dead Online Berdandan Seperti Badut

Dunia Wild West sedang tidak baik-baik saja. Penggemar Red Dead Online menyebut bahwa sudah hampir satu tahun sejak Rockstar memberikan update yang benar-benar menarik untuk game open-world MMO ini, dan membuat para pemainnya jengkel karena konten yang begitu “kering”. Namun daripada mengeluhkan hal ini, para koboi Red Dead Online melakukan aksi protes besar.

Sebagai ganti menggunakan pakaian koboi biasa, para pemain memilih untuk mengenakan pakaian ala badut. Definisi “badut” sedikit lebih leluasa disini, ada pemain yang mengenakan makeup putih di wajah dengan hidung merah, namun penyelenggara aksi ini juga mengajak pemain lain untuk membawa tema sirkus yang lebih luas. Grup Discord dengan ribuan anggota memperlakukan semuanya seperti kontes mode dimana peserta juga dapat mengenakan pakaian strongmen, akrobat, pantomim, juggler, master ring, pelempar pisau, dan banyak lagi.

“Daripada membuat semuanya menjadi menjijikan atau negatif dimana sering terjadi di komunitas game, Saya rasa membuat sesuatu yang lebih menyenangkan atau bahkan lebih bermanfaat” sebut Magnar, salah satu admin dari grup Red Dead Online kepada Polygon melalui Discord.

Magnar mengutip bahwa terkadang para pemain menyebut Rockstar sebagai “badut” karena tidak dapat menangani jadwal update, namun kenyataannya lebih rumit dari itu. Ketika orang-orang menyampaikan kekecewaannya terhadap game ini, beberapa orang seringkali bertanya “mengapa masih memainkan game ini jika kalian tidak merasa senang?”. Magnar menjawab pertanyaan tersebut dengan lelucon.

https://twitter.com/BloodLust180/status/1277946055632449537

“Kami adalah badut karena mengharapakan update atau komunikasi, sehingga kami bersenang-senang dengan hal itu” sebutnya. Ide tersebut menjadi meme yang kuat pada akhir Juni, beberapa penggemar RDO bahkan melukis wajahnya menjadi badut di dunia nyata.

Kejadian ini meluas ke pemain lainnya dan menjadikan aksi protes ini sebagai lomba fashion dengan berbagai kostum bertema sirkus untuk melakukan protes kepada Rockstar.

“Kami telah sering melihat orang-orang yang kecewa dan mengungkapkan rasa frustrasi mereka dengan cara yang negatif” kata Magnar. “Namun dengan komunitas Red Dead, banyak orang yang masih cinta dengan game ini, mereka hanya kecewa dengan Rockstar yang menganggap enteng para penggemarnya, jadi ya, kami tetap bermain, namun kami mengutarakan rasa frustrasi kami dengan cara yang menyenangkan, cara badut.”

Sumber : Polygon

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: