Respon Neil Druckmaan Terkait Kebencian The Last of Us Part II Di Internet

Tujuh tahun berlalu semenjak perilisan pertama dari game The Last of Us, akhirnya pada tahun 2020 ini, sequel game tersebut, The Last of Us Part II hadir di konsol PlayStation 4. Bahkan sebelum, perilisan ame ini Neil Druckmann mengakui bahwa akan terdapat sebagian fans dari game pertama tidak akan menyukai sequel game ini, dan game tersebut sudah dirilis belum lama ini, ia memberikan respon terkait kebencian netizen kepada game ini.

Berbicara dengan podcast mantan bos Nintendo, Reggie Fils-Aime, Druckmann mengatakan bahwa tidaklah penting untuk bertengkar melawan orang-orang ketika mereka membagikan berbagai pendapat mereka mengenai sebuah game, apakah pendapat tersebut bagus atau tidak. Namun, Druckmann mengatakan bahwa ia tidak mengerti mengapa orang-orang bisa sebegitunya marah, kesal dan kecewa terhadap karakter-karakter fiksi.

Dilansir dari GameSpot, Neil Druckmann mengatakan “menurut saya, kita harus punya semacam pola pikir terpisah. Kita membuat game ini, kita percaya dengan game ini, kita bangga dengan game ini. Sekarang game ini sudah dirilis diluar sana, dan apapun reaksi orang-orang – suka atau tidak- itu tidak masalah,” kata Druckmann. “Itu reaksi mereka dan kita tidak akan fokus dengan itu. Ada hal lain yang lebih kejam, lebih menyakitkan, hal itu yang lebih sulit. Sangat sulit terutama ketika kita melihatnya terjadi pada anggota tim atau aktor yang memainkan karakter tertentu di dalam game.”

Druckmann menambahkan “Kami memiliki seorang aktor, ia mendapatkan perlakuan yang keji, karena ia memperankan seorang karakter di dalam game. Saya hanya kesulitan dalam menghadapi hal tersebut. Hal yang bisa saya lakukan adalah mengabaikan hal tersebut sebisa mungkin. Ketika hal-hal ini menjadi serius, terdapat protokol keamanan yang akan kami ambil dan saya melaporkannya kepada pihak yang berwenang.”

Sumber: gamespot

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: