Riot Games Sedang Kembangkan Mode Deathmatch Untuk Valorant

Riot Games telah membeberkan rencana mereka untuk menghadirkan mode deathmatch di Valorant dalam beberapa waktu kedepan. Riot Games mengkonfirmasikan berita ini melalui seri blog Ask Valorant kedua, dimana sang developer menjawab beberapa pertanyaan yang dilemparkan oleh para pemain mulai dari tentang cross-region play hingga sistem ban.

Menurut pemimpin game mode producer Valorant – Jared Berbach, ia mengatakan “deathmatch merupakan mode yang pasti akan hadir di Valorant di masa mendatang”. Namun, ia menegaskan bahwa tim mereka masih belum memiliki jendela rilis yang pasti untuk mode ini. “Kami secara aktif bekerja pada teknologi yang mendasari serta merancang, mengulang, prototyping dan playtesting”.

Untuk sistem pick and ban pada agent, senior game designer – Trevor Romleski mengatakan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk menghadirkan fitur ini pada draft phase, tetapi mengesampingkan ban untuk agents. “Kami mengekspektasikan tim untuk menetapkan strategi yang membutuhkan agent yang spesifik. Melakukan ban terhadap agent akan membuat strategi yang dibuat menjad itidak berarti, dan kami tidak ingin mencegah latihan para pemain” jelasnya.

Romleski menambahkan “Ban sering kali menyingkirkan agent andalan pemain dan kami menginginkan pemain yang memiliki kemampuan luar biasa pada agent tertentu dapat memainkannya dan memamerkan keterampilan mereka”. Ia juga menekankan karena Valorant tidak memiliki “hard counter dalam bentuk agent”, game ini akan lebih “sehat jika kita bertanggung jawab untuk meniadakan agent atau strategi yang memfasilitasi agent menjadi terlalu menindas atau tidak dapat dikalahkan, sehingga ban menjadi satu-satunya pilihan”.

Terakhir, Riot juga menyebut akan menggali lebih dalam lagi tentang cross-region play, namun untuk saat ini seluruh game Valorant harus di-host dalam game server tunggal di lokasi fisik yang sama.

 

Sumber : NME

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: