Sony Lipat Gandakan Produksi PS5 Menjadi 10 Juta Unit Di Akhir Tahun

Sony meningkatkan produksi setidaknya lima puluh persen untuk konsol Playstation 5 dari target awalnya yang direncanakan untuk tahun ini, dilansir dari laporan media Jepang. Ketika perusahaan mengekspektasikan untuk memproduksi enam juta konsol di tahun 2020, Nikkei menyebut bahwa target tersebut berubah menjadi sekitar sembilan juta dan Bloomberg menyebut mungkin dapat meraih di sekitar sepuluh juta unit.

Kedua media tersebut mengatakan bahwa peningkatan jumlah produksi ini dikarenakan meningkatnya permintaan untuk sarana hiburan di rumah pada masa pandemi coronavirus ini. Jika Sony dapat menjual dimanapun dengan total konsol PS5 pada sepanjang akhir tahun ini, maka dapat melampaui pencapaian dari pendahulunya yaitu PS4 yang rilis pada tahun 2013 dan telah terjual sebanyak 4.2 juta unit pada beberapa bulan setelah dirilis.

Menurut laporan Nikkei, Facebook juga sedang meningkatkan jumlah produksi dari headset Oculus VR dengan tujuan yang mirip yaitu untuk meningkatkan jumlah menuju 2 juta unit dipertengahan tahun 2020 – angka tersebut menjadi peningkatan sebesar 50 persen dari output pada sepanjang tahun 2019. Perusahaan mengatakan bahwa akan memulai produksi masal pada bulan ini, walaupun Nikkei tidak menyebut apakah akan menjadi sistem standalone seperti Quest atau headset thetered seperti Rift S.

Hardware gaming terkadang memiliki kesulitan untuk dibeli pada masa pendemi seperti ini. Oculus sendiri mengalami kesulitan persediaan, dengan Oculus Quest yang sering kali terjual habis sesaat setelah melakukan restock. Sementara itu Nintendo mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan yang ada untuk Switch dan juga game fitness rumahan mereka, Ring Fit Adventure. Dengan beberapa peluncuran besar yang akan terjadi di semester kedua tahun ini, tidak terlalu mengejutkan bahwa pemilik platform akan meningkatkan produksi mereka dalam beberapa waktu kedepan.

Sumber : The Verge

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: